Skip to content

Seratus puisi

Puisi, Kata Mutiara, Kisah Inspiratif, Pantun

Category Archives: puisi dari temanku


Catatan ini saya tulis untuk kalian yg berbeda.
Untuk kalian yg tak pernah dapat nilai A disekolah.
Untuk kalian yg slalu sering tidak kerjakan PR,
Dan dapatkan hukuman dr guru yg mulai sebal.

Catatan ini saya tulis untuk kalian yg beda.
Kalian yg putus cinta dan depresi tiada habisnya.
Untuk kalian yang diejek,karna tidak populer.
Untuk kalian yg melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Catatan ini saya tulis untuk kalian yg berbeda.
Untuk kalian yg slalu melakukan hal-hal gila.
Untuk kalian yg menyebalkan sampai-sampai tak punya teman.
Untuk kalian yg masa bodo dngn perubhan.

Catatan ini untuk kalian yg berbeda.
Untuk kalian yg diejek bodoh dan gila.
Untuk kalian yg ditolak dan tak ditrima.
Karena kalian berbeda sgalanya.
Yang gaya tarianya tak sama.
Kalian yg mempunya telinga yg lebih besar dr biasanya.
Dan hidung,yg slalu keluar ingusnya.

Catatan ini untuk kalian yg berbeda.
Untuk kalian yg senang berbuat nakal.
Karena saat kalian dwasa kelak,
sebgaimana ditunjukan sejarah dan kisah,
perbeda’an inilah yg membuat kalian unik dan berbeda.

 

By Ijupz GaneshaPala

Ponorogo, 3 Agustus 2010

Tags:


Kulari secepat-cepatnya,
tapi masih saja tertinggal di belakang.
Kumencoba maju ke depan.
Tapi masih saja bertahan dibelakang.
Kumencoba mengerjakan,
tapi hasilnya selalu gagal.
Tapi kenapa itu slalu ku kerjakan?
Sebab aku tidak mau terbelakang.

Kumembaca buku dngan berkali kali,
tapi tak paham-paham juga.
Ku mendarat di atas kepala,
padahal seharusnya di kaki.
Ku memakan 3 piring nasi,
padahal seharusnya sepiring saja.
Tapi kenapa terus kulakukan?
Sebab aku tak mau terbelakang.

Semakin keras kujatuh,
semakin tinggi kumemantul.
Kukerahkan sgalananya.
Semua macam usaha dan doa.
Dan itulah yg terpenting.
Ditempat pertama,
aku jauh berbeda.
Jadi aku akan berusaha sekuatnya.
Sebab aku tak mau terbelakang.

Sebagian mengatakan jangan.
Mengatakan aku tak bisa.
Sebagian menyerah.
Aku tersenyum,jawabku tidak.
Semuanya ada disini.
Tersembunyi dipikiran secra rapi.
Semangat,sindiran,itulah pemopangku.
Sebab aku tidak mau terbelakang.

Lakukan yg terbaik setiap sa’at.
Lakukan sekarang,jangan menunda sesuatu jika kita dpt mengerjaknya skarang.
Masa depan segera jd masa silam.
Proses adalah pembelajaran.
Semakin ku katakan ini,
semakin jarang aku menjadi yg terbelakang.
Sepanjang aku bertanding,kupelajari arti kemenangan.
Satu pelajaran sederhana,
menambah pengetahuan itu mudah.

Maka setiap malam sebelu tidur.
Kurenungi masa lalu,dan pelajari kesalahanku.
Kukumpulkan pengetahun setiap hari dari hal hal baru.
Kuharap dalam hati kecil aku berhasil.
Esok hari baru.
Aku tak mau terbelakang.

 

By Ijupz GaneshaPala

Ponorogo, 30 Juli 2010

Tags:


Saya cuma mencoba menjadi pemberani.
Terbang tiga meter dngan kebangga’n dan keceriaan haha. .(tdk mungkin)
berayun tinggi dengan ayunan tali,
atau terjun dengan kepala lebih dulu ke danu di bawah sana.

Kurasa ini,yg memberikan saya sifat yg istimewa dan kekuatan batin yg luar biasa ckckck.

Yang paling mengagumkan tentang saya adalah kenyataan bhwa saya bertekad menyingkirkan segala rasa takut. .(Hehe. .Ini jare bapak lo:D(
saya tak pernah membiarkan rasa takut menghalani tujuanku.
Dan inilah saya,mencoba menjadi pemberani yg sebenarnya.

 

By Ijupz GaneshaPala

Ponorogo, 28 Juli 2010

Tags:


Dulu aku suka embun..

Ketika matahari menyibaknya dengan sinar silaunya

Dulu aku suka embun..

Ketika ia membasahi tanah yang kering kerontang

Dulu aku suka embun..

Ketika ia menjadikan tubuhku yang kecil menjadi kepompong yang sangat besar

Dulu aku suka embun..

Ketika ia meneteskan diri di pagi yang kurindukan

Dulu aku suka embun..

Ketika ia menyegarkan kehijauan yang kuimpikan

Dulu aku suka embun..

Ketika ia memanjakan kaki telanjangku menari dengan liar

Tapi sekarang tidak

Tidak akan pernah lagi

Karena embun ingatkanku akan cerita masa lalu

Ketika embun mengaratkan besi-besi itu..

Ketika embun mengoyak pernafasanku..

Ketika embun menyesatkanku dengan kabutnya yang tebal

Dan kini embun itu datang lagi..

Menggodaku dengan bisikan yang khas

Dengan suara tak.. tik.. tuk..

Dari rerantingan yang kukukuhkan



By Ijupz GaneshaPala

Ponorogo, 5 April 2010

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.