Skip to content

Seratus puisi

Puisi, Kata Mutiara, Kisah Inspiratif, Pantun


Ibu,
kasihmu bagai bintang dilangit
meski hanya tampak kecil berkelip
namun sesungguhnya begitu besar dari lubuk nurani.
Meski tak selalu terlihat
meski tak selalu dekat
namun ssungguhnya engkau selalu ada disetiap saat.

Kasihmu bagai mentari
tak pernah lelah menyinari bumi
meski dikala senja engkau terlihat pergi
namun sesungguhnya tak pernah kau tinggalkan kami
Seperti bumi yang berotasi
terkadang kamilah yang berpaling diri
sejenak berlari
meninggalkanmu seorang diri.
Namun tak lelah engkau kembali
menyapa laksana fajar pagi
dgn sejuta kasih yg senantiasa kau beri.

Disaat aku letih berjalan
menapaki gurun kehidupan
aku merasa kesepian dalam kesendirian.
Kupandang jauh kedepan
kutoleh samping kiri dan kanan
kutengok kebelakang.
Tak jua ku temukan jejak2 kakimu menemani langkahku.
Lalu dgn penuh kekecewaan aku berteriak “Ibu,mengapa kau tega tinggalkan anakmu?!”
Dgn sebuah senyuman,
serta lembut belaian,
engkau bisikkan,
“anakku sayang,bukankah aku telah menggendongmu?”

Terkadang tak pernah aku sadari
betapa besar pengorbanan hidupmu
bagaimana aku mengganti
tiap linangan air matamu,
tiap buliran keringatmu,
tiap butiran air susumu,
tiap tetesan darahmu.
Hanya doa,
yah hanya dgn sebuah doa semoga semua perjuanganmu takkan pernah sia2. Amien.

Mari sejenak berdoa untuk ibu kita tercinta.Buat beliau bangga karena kita menjadi anaknya.

%d bloggers like this: