Skip to content

Seratus puisi

Puisi, Kata Mutiara, Kisah Inspiratif, Pantun


Seorang ibu kumuh dengan baju kumal,masuk kesebuah toko. Dengan sangat terbata-bata dan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki 7 anak yang sangat membutuhkan makan.

Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si Ibu mengatakan “Tolonglah Pak, saya janji akan segera membayar setelah punya uang”.Si pemilik toko tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.”Anda tdk mempunyai kartu kredit,tidak mempunyai garansi”,alasannya.

Didekat konter pembayaran ada seorang pelanggan lain yang dari awal mendengarkan pembicaraan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata,”Saya akan bayar semua yang diperlukan ibu ini”. Karena malu,sipemilik toko akhirnya mengatakan,”Tidak perlu Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?”. “Ya ini Pak”, kata ibu tersebut sambil menunjukkan sesobek kertas kumal. “Letakkanlah daftar belanja anda didalam timbangan,dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tsb.

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa si Ibu menundukkan kepala sebentar,menuliskan sesuatu pada kertas kumal tsb.Lalu dgn kepala tetap tertunduk,meletakkan kedalam timbangan. Mata sipemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah.Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si Ibu tadi sambil berucap,”Aku tidak percaya pada yang aku lihat”.

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu si Ibu mengambil barang-barang yang diperlukan dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi,si pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain.Jarum timbangan tak kunjung berimbang,sehingga si Ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpukan pada timbangan hingga tak muat lagi.

Si pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan si pemlik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanjaan tersebut.

Dan ia pun terbelalak. Diatas kertas kumal itu tertulis sbuah doa pendek,”Ya ALLAH, yaTuhanku RABBI, hanya Engkau yang MAHA tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya kedalam tanganMU”.

Si pemilik toko terdiam.Si Ibu berterimakasih padanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya.Si pelanggan baikhati bahkan memberikan selembar uang kepadanya.Si pmilik toko mengecek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai ternyata rusak.Ternyata memang hanya ALLAH yg tahu bobot sbuah doa.

KEKUATAN SEBUAH DOA.Segera setelah anda baca cerita ini ucapkanlah sebuah doa.Hanya itu saja.STOP pekerjaan anda untuk sejenak ucapkanlah sebuah doa tulus dari hati.

Lalu foward cerita kan ini ke sahabat yang telah anda kenal untuk menjaga tali silaturahmi.dan semoga bermanfaat bg kita semua.Amiiiiiin

%d bloggers like this: