Skip to content

Seratus puisi

Puisi, Kata Mutiara, Kisah Inspiratif, Pantun


Dulu aku suka embun..

Ketika matahari menyibaknya dengan sinar silaunya

Dulu aku suka embun..

Ketika ia membasahi tanah yang kering kerontang

Dulu aku suka embun..

Ketika ia menjadikan tubuhku yang kecil menjadi kepompong yang sangat besar

Dulu aku suka embun..

Ketika ia meneteskan diri di pagi yang kurindukan

Dulu aku suka embun..

Ketika ia menyegarkan kehijauan yang kuimpikan

Dulu aku suka embun..

Ketika ia memanjakan kaki telanjangku menari dengan liar

Tapi sekarang tidak

Tidak akan pernah lagi

Karena embun ingatkanku akan cerita masa lalu

Ketika embun mengaratkan besi-besi itu..

Ketika embun mengoyak pernafasanku..

Ketika embun menyesatkanku dengan kabutnya yang tebal

Dan kini embun itu datang lagi..

Menggodaku dengan bisikan yang khas

Dengan suara tak.. tik.. tuk..

Dari rerantingan yang kukukuhkan



By Ijupz GaneshaPala

Ponorogo, 5 April 2010

%d bloggers like this: