Skip to content

Seratus puisi

Puisi, Kata Mutiara, Kisah Inspiratif, Pantun


dia datang ketika aku dalam keadaan sendirian

dia hadir ketika aku dalam kesunyian

dia selalu ada untukku…

selalu menyapaku…

memberikan aku semangat yang tulus dari hatinya

dia selalu menyambutku ketika ku letih

dia selalu menjadikanku seseorang yang berbeda…

sampai…… saat itu tiba…

saat dia tak berdaya dengan lukanya

kulihat redup matanya memandangku…

pucat kulihat dia saat itu

kering tubuhnya … sangat menderita aku lihat dia…

kurasakan dia menahan sakit yang luar biasa

namun dia tak pernah mengeluh…

namun senyum itu tak pernah lekang dari bibirnya…

dia berusaha tetap tegar…

dia berusaha tetap menjadi seseorang yang bahagia…

tak kuasa aku melihatnya…

tak kuasa aku berkata-kata…

lirih dia berbisik di telingaku…

…” ANDAI AKU DI BERI UMUR KEMBALI

AKU AKAN BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK UNTUKMU  “…
tersentak batin ini mendengarnya…

tak terlintas dalam pikiranku dia mengatakan itu…

jatuh tangan itu dari genggamanku…

seiring tertutup sinar matanya …

seiring perginya dia untuk selamanya…

seiring tidur panjangnya…

belum sempat aku berkata

belum sempat aku ucapkan rasa terima kasihku untuknya…

untuknya yang selalu ada untukku

untuknya yang selalu menjadi sahabatku

%d bloggers like this: